Segalanya Akan Dikenang

Apa saja yang kita lakukan. Akan Dikenang dalam Sejarah.

Salam Papua

"wa wa wa wa wa"Welcome Yandu Daily News"

BARNABAS SUEBU

“saya sangat heran karena kabupaten ini sangat maju dari kabupaten-kabupaten pegunungan lainnya saya sangat senang melihatnya, dan mungkin tahun-tahun kedepan kabupaten pegunungan Bintang ini akan menjadi kota terindah dan aman dipapua” Oksibil,22 Juni 2010.lihat: http://komapo.org

DAVID COVEY

“We can be a purpose-driven church. We can be a seeker-sensitive church. We can be an emergent and creative church. We can be a justice-and-peace church. We can be a conservative Calvinist church. But if we fail to hear the Holy Spirit of the living God, then all our serving will be futile and fruitless,”

PARES L.WENDA

Kesatuan mempunyai kekuatan, melebihi kekuatan senjata nuklir.Perlawanan apapun dalam perjuangan kebenaran, keadilan, persamaan derajat, penghormatan terhadap hak-hak asasi manusia, mutlak harus bersatu. Ketika bersatu dan melawan pasti ada hasil.

PARES L.WENDA

"Hiduplah dalam alam kesadaran sejarah"
Hak Cipta SBP@2009.www.yanduwone.co.cc. Diberdayakan oleh Blogger.

KEKUATAN PERSATUAN

Dapat merunutuhkan kekuatan Firaun, Tembok Yeriko, Tembok Berlin.

Jesus

Save and bless us

Kesatuan-Melebihi Kekuatan Senjata Nuklir

Kesatuan mempunyai kekuatan, melebihi kekuatan senjata nuklir. By. Pares L.Wenda.
Perlawanan apapun dalam perjuangan kebenaran, keadilan, persamaan derajat, penghormatan terhadap hak-hak asasi manusia, mutlak harus bersatu. Ketika bersatu dan melawan pasti ada hasil.

Member

About Me »

yanduwone
Jayapura, Papua, Indonesia
****Hiduplah dalam alam kesadaran sejarah.Sejarah adalah identitas dan jati diri suatu bangsa.******
Lihat profil lengkapku

Link List


Demo Rakyat Papua [Jan,26-2011]

International Calender

Search

Memuat...

Buku Presiden Baptis Dilarang

Home � � PERUBAHAN MINDSET DALAM MELIHAT SEXUALITAS DAN GENDER

PERUBAHAN MINDSET DALAM MELIHAT SEXUALITAS DAN GENDER

PERUBAHAN MINDSET DALAM MELIHAT SEXUALITAS DAN GENDER
By. Pares L.Wenda

Mindset dalam melihat sexualitas dan gender selama ini pandangan saya pribadi terbangun dibawah sangat jauh berbeda dari teori sexualitas dan gender itu sendiri. Dalam penjelasan tentang teori Sexualitas and gender di lihat bahwa ada perbedaan jenis kelamin antara laki-laki dan perempuan. Perempuan mempunyai alat kelamin perempuan (vagina), mempunyai payudara, bisa melahirkan, menyusui anak, manstrubasi dan lain sebagainya sementara pria mempunyai alat kelamin laki-lak (penis, tidak mempunyai payudara besar, tidak manstrubasi, dan lain sebagainya. Sedangkan gender dalam mindset saya bahwa seorang perempuan bisa diperintahkan untuk membuat teh di dapur sementara laki-laki bisa diperintahkan untuk mungkin bisa mencari kayu bakar, atau mengembalakan ternak di lading. Karena secara alami terbentuk demikian. Penjelasan yang sama dikatakan oleh Dr. Mansour Fakih (2008) bahwa: untuk memahami konsep gender harus dibedakan kata gender dengan kata seks (jenis kelamin). Pengertian jenis kelamin merupakan pensifatan atau pembagian dua jenis kelamin manusia yang ditentukan secara biologis yang melekat pada jenis laki-laki adalah manusia yangn memiliki, jakala (kalamenjing) dan memroduksi sperma. Sedang perempuan memiliki alat reproduksi seperti rahim dan saluran untuk melahirkan, memroduksi telur, memiliki vagina, dan mempunyai alat menyusui. Alat-alat tersebut secara biologis melekat pada manusia jenis laki-laki dan perempuan. Secara permanen tidak beruba dan merupakan ketentuan biologis atau sering dikatakan sebagai ketentuan Tuhan atau kodrat”.
Sedangkan kensep lain yaitu tentang gender Mansur Fakihmenjelaskan bahwa: “…gender yakni suatu sifat yang melekat pada kaum laki-laki maupun perempuan yang dikonstruksi secara social maupun cultural. Misalnya bahwa perempuan itu dikenal dengan lemah lebut, cantik, emosional, atau keibuan. Sementara laki-laki dianggap:kuat, rasional, jantanm perkasa. Ciri dari sifat sendiri merupakan sifat-sifat yang dapat dipertukarkan. Artinya ada laki-laki yang emosional, lemah lembut, keibuan, sementara juga ada perempuan yang kuat, rasional, perkasa. Perubahan sifat-sifat itu dapat terjadi dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat yang lain.” Penjelasan Fakih tersebut dalam konsep gender ketika diminta untuk menulis sifat laki-laki dan perempuan telah kami tulis berbagai sifat perempuan seperti ramah, suka perhatian, cemburuh, cantik, rapih, tidak percaya diri, dan lain-lain, sedangkan sifat laki-laki ditulis bahwa laki-laki pada umumnya kuat, kerja keras, pintar, rajin, dll.
Antara penjelasan Fakih dan Eric,H. dan Dodi yang di lihat ada hubungan korelasi pandangan yang sama tentang sex and gender. Tetapi Eric H. dan Dodi lebih jauh menjelaskan bahwa ketika berbicara tentang Sex and gender harus di lihat dari dua sudut pandang yang berbeda yaitu perspective essentialist dari orang-orang yang berpandangan essentialism dan ke dua di lihat dari perspective constructivist dari orang-orang yang berpandangan constructivism. Dari perspective essentialist beranggapan bahwa sex and gender itu tetap constant dan hal itu pasti berhubunngan dengan hormone. Itu artinya sam dengan penjelasan pendahuluan soal sexuality pada laki-laki dan perempuan sehingga tidak ada perubahan apa. Laki-laki akan selalu bersifat sebagai laki-laki mempunyai sifat aggressiveness dan dia lebih berkuasa dalam patriarchy system dalam budaya yang menganut bahwa laki-laki berkuasa atas struktur dalam kemasyarakatan maupun dalam keluarga. Demikian dalam budaya yang lain matriarchy system lebih dominan berkuasa artinya perempuan yang berkuasa dalam struktur kehidupan social bermasyarakat daripada laki-laki. Ke dua sifat ini tidak beruba tetapi tetap sama dari dulu sekarang dan yang akan datang.
Sedangkan perspective constructivist memandang bahwa sex and gender bersifat tidak constant tetapi selalu berupa dari waktu ke waktu dalam budaya dan bahasa yang berbeda-beda serta perbuhan perilaku manusia itu terjadi. Dalam konteks ini Eric lebih jauh menjelaskan ada dua hal yang perlu di lihat dalam perubahan sifat laki-laki dan perempuan dalam perspective masculinity and feminist. Masculinity artinya baik laki-laki maupun perempuan memiliki sifat masculinity yang membuatnya menjadi aggressiveness dalam tindakan melakukan violence. Violence dalam family, military, economic, state. Violence ini tidak hanya dilakukan oleh laki-laki tetapi juga pada perempuan. Dalam contoh violence dijelaskan bahwa Margareth Tacher (Perdana Menteri Inggris) di sebut wanita besi oleh karena sifat masculinity yang ada pada dirinya mendorong beberapa kebijakan yang dilakukan merupakan kebijakan violence. Seperti halnya Perang Malvinas dan Pembubaran Serikat Buruh di Inggris. Secara pribadi Ia mempunyai sikap yang sangat tegas, dan berpendirian atau berperilakku seperti laki-laki. Demikian hal dengan Indra Gandhi di India yang membakar kuil-kuil Sick. Dan juga Golda Mair mantan perdana Israel yang memimpin perang Yom Kipur, Angela Merkel , Kanselir Jerman menjabat sejak 2005. Menurut Majalah Forbes, ia merupakan seorang wanita paling berkuasa di dunia dan wanita ketiga dalam kapasitasnya sebagai Ketua G8. Pada 1 Januari 2007, ia menjadi wanita kedua dalam jabatannya sebagai Ketua G8 setelah Margaret Thatcher. Ellen Johnson-Sirleaf, Presiden Liberia menjabat sejak 2006 and Imelda Marcos, mantan ibu negara Filipina diberi julukan serupa, "Kupu-kupu Besi". Sementara di Indonesia adalah Megawati. Menurut orang Papua Megawati merupakan perempuan terkuat Indonesia sekaligus wanita besi karena Megawati dianggap paling bertanggungjawab atas pembunuhan dan kematian Pemimpin Basar Bangsa Papua Barat Theys Hiyo Eluay.
Merujuk pada teori Woman:Man=Peace:Violence mengambarkan masculinity sama dengan patriarchy dimana dalam dalam teori ini mengatakan: “patriarchy is then seen as an institutionalization of male dominance in vertical structures, with very high correlations between position and gender, legitimized by the culture (e.g.…, in religion and language), and often emerging as direct violence with males as subjects and females as object. Patriarchy like any other deeply violent social formation (such as criminal subcultures and military structures), combine direct, structural, and culture violence in a vicious triangle. They reinforce each other in cycles starting from any corner. Direct violence, such as rape, intimidates and represses; structural violence institutionalizes; and cultural violence internalize that relation, especially for the victims, the women, making the structure very durable”.
Dari penjelasan di atas jelas terlihat bahwa secara institusi budaya maskulin memberikan posisi pada laki-laki untuk mendominasi dalam semua aspek. Contohnya bahasa dan agama secara tidak langsung laki-laki diberikan kuasa yang sangat tinggi sebagai subjek dan perempuan sebagai objek dalam strutur kekerasan langsung. Dalam system patriarchy ada tiga kekerasan yang muncul yaitu kekerasan dalam kehidupan social seperti criminal, kekerasan dalam struktur militer, dan kekerasan dalam kebudayaan ketiga structur kekerasan ini sebenarnya memperkokoh posisi mereka diantara satu dengan yang lain. Kekerasan langsung itu seperti memperkosa, intimidasi, tindakan represif (menekan), hal ini terjadi dalam kekerasan institusional yang terstruktur kepada perempuan dan kekerasn seperti ini bertahan lama.
Kembali kepada penjelasan Eric bahwa kekerasan seperti dalam pejelasan di atas pernah terjadi pada perang Balkan antra Serbia dan Bosnia pada tahun 1990-an yang mengarah pada masculinity instrumental reason di mana para korban tidak akan pernah lupa terhadap violence yang pernah mereka alami di masa lalu dan disini tidak menciptakan feminicity networking reason atau tindakan untuk melupakan masa lalu dan menempu hidup baru.
Mungkin ini dalam konteks feminism dapat diterapkan dalam feminicity networking reason bahwa dalam teori mengatakan: “Feminist theory made important contributions to peace theory by pointing out this. As any concept is best understood in terms of it negation, we should hasten to add that the peaceful negation of patriarchy is not matriarchy, but parity, or gender equality horizontal structures relating the genders in partnership.” Theory feminism lebih memberikan kemungkinan peluang untuk melakukan perdamaian. Di mana system yang digunakan dalam penyelesaian konflik kekerasan bukan pada system patriarchy dan matriarchy tetapi parity atau sama dengan kesamaan derajat dalam struktur gender dalam persekutuan atau persahabatan dalam membangun budaya damai. Contoh praktek budaya feminism mungkin dilakukan oleh Mohandas Gandhi di India dalam perjuangan kemerdekaan dan mengusir penjajah Inggris. Marthin Luther King, Jr dalam perjuangannya menentang segregation di Amerika. Nelson Mandela di Afrika Selatan dalam perjungan menentang Aparteid suatu system yang mempraktekkan rasialisme berdasarkan warna kulit di Afrika Selatan.
Dalam kesimpulan tulisan ini pesan yang penting ketika memahami persoalan sex and gender, theory masculinity and feminist or memahami teori gender dari perspective essentialist and constructivist ada beberapa hal yang harus dipahami:
1. Perempuan tidak dilihat dalam perspective sexuality tetapi ia harus dipandang dalam perspective gender dengan demikian perempuan mempunyai posisi yang sama dalam struktur social kemasyarakatan. Perempuan mempunyai potensi bertindak sebagai masculinity tetapi juga pada saat yang berbeda ia bertindak sebagai feminist. Perempuan diberikan akses yang lebih luas untuk mengembangkan potensinya dalam semua aspek kehidupan manusia. Demikian hal halnya laki-laki di dorong untuk memiliki sifat feminist sehingga ia mempunyai kemampuan untuk mendorong peace dan justice dan lain-lain.
2. Perlu membangun pemahaman yang sama bahwa baik perempuan muda atau pun laki-laki muda, seorang Bapak maupun Ibu mempunyai posisi mengambil sifat yang secara fisikologi menjaukan kekerasn dan membangun budaya perdamaian.
3. Mebangun pemahaman anak negari diantara seorang dengan seorang, satu orang dengan banyak orang, atau banyak orang dengan satu orang atau banyak orang dengan banyak orang tanpa rasa takut membangun persahabatan antara perempuan dengan dengan perempuan, laki-laki dengan laki-laki atau sebaliknya. Hal ini akan membangun rasa persaudaraan senasib dan sepenangungan dalam melakukan kepentingan bersama maupun individual needs.
4. Bersama-sama melawan hal-hal yang menyebabkan martabat wanita ataupun laki-laki dihancurkan dengan peredaran hal yang bersifat pornogarfi, minuman keras dan obat-obat terlarang demi untuk kemaslaatan bersama.
Sehingga dalam penyelesaian konflik kekerasan apapun bentuk janganlah kita menjelesaikan dengan cara kekerasan seperti yang dilakukan oleh Margareth Tacher, Golda Mair, Indra Gandhi, atau Hitler, Musolini, Ma Zen Tong, dan para dictator lainnya. Tetapi kita mengambil sifat Yesus yang sampai dikayu salib pun masih mengatakan kepada para pembunuhnya bahwa: Ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Mungkin ajaran inipula yang diteruskan oleh Mohadas Gandhi di India, Marthin Luther King Jr di US dan Nelson Mandela di Afrika Selatan.

Tags:

0 komentar to "PERUBAHAN MINDSET DALAM MELIHAT SEXUALITAS DAN GENDER"

Poskan Komentar