Tampilkan postingan dengan label Dialog Jakarta Papua. Tampilkan semua postingan
Organisasi Separatis Papua Minta Berunding
Rabu, 26 Januari 2011 | 13:33 WIB
Besar Kecil Normal
TEMPO Interaktif, Jakarta -Organisasi separatis Otorita Nasional Papua Barat (ONPB) mengajak pemeintah di Jakarta berdialog untuk menyelesaikan kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia di Papua.
“Otorita punya saran, Jakarta dan Papua duduk bareng," kata Jacob Rumbiak, Menteri Luar Negeri ONPB, lewat sambungan telepon internasional kepada Tempo siang ini. Jacob mempersilakan pemerintah Jakarta menentuan jadwal dan tempat dialog.
Menurut dia, kekerasan di Papua selama 48 tahun harus dihentikan. Kekerasan terakhir dialami oleh Anggun Pugukiwo dan Telenngen Gire pada 27 Mei 2010. Pelakunya anggota Batalyon 753 AVT/Nabire Kodam XVII/Cenderawasih, yaitu Wakil Komandan Pos Gurage Sersan Dua Irwan Risqianto (divonis 10 bulan penjara), anggota Pos Gurage Prajurit Satu Thamrin Mahangiri (divonis 8 bulan penjara), dan Anggota Pos Gurage Prajurit Satu Yakson Agu (divonis 9 bulan).
Kondisi ini, kata Jacob, membuat sebagian masyarakat Papua marah. Pemerintah Indonesia seharusnya terbuka dalam menyelesaikan persoalan mengingat masalah kekerasan di Papua telah menjadi perhatian masyarakat internasional. “Tujuan dialog demi menjaga martabat Indonesia dan juga masyarakat Papua,” ucap Jacob.
Tanpa penyelesaian sengketa di Papua, Jacob khawatir pemerintah sulit melaksanakan pembangunan di Papua. Peran TNI semestinya melindungi masyarakat bukan justeru menganiaya warga.
Hamluddin
Akses 26/1/11: http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2011/01/26/brk,20110126-309038,id.html
Besar Kecil Normal
TEMPO Interaktif, Jakarta -Organisasi separatis Otorita Nasional Papua Barat (ONPB) mengajak pemeintah di Jakarta berdialog untuk menyelesaikan kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia di Papua.
“Otorita punya saran, Jakarta dan Papua duduk bareng," kata Jacob Rumbiak, Menteri Luar Negeri ONPB, lewat sambungan telepon internasional kepada Tempo siang ini. Jacob mempersilakan pemerintah Jakarta menentuan jadwal dan tempat dialog.
Menurut dia, kekerasan di Papua selama 48 tahun harus dihentikan. Kekerasan terakhir dialami oleh Anggun Pugukiwo dan Telenngen Gire pada 27 Mei 2010. Pelakunya anggota Batalyon 753 AVT/Nabire Kodam XVII/Cenderawasih, yaitu Wakil Komandan Pos Gurage Sersan Dua Irwan Risqianto (divonis 10 bulan penjara), anggota Pos Gurage Prajurit Satu Thamrin Mahangiri (divonis 8 bulan penjara), dan Anggota Pos Gurage Prajurit Satu Yakson Agu (divonis 9 bulan).
Kondisi ini, kata Jacob, membuat sebagian masyarakat Papua marah. Pemerintah Indonesia seharusnya terbuka dalam menyelesaikan persoalan mengingat masalah kekerasan di Papua telah menjadi perhatian masyarakat internasional. “Tujuan dialog demi menjaga martabat Indonesia dan juga masyarakat Papua,” ucap Jacob.
Tanpa penyelesaian sengketa di Papua, Jacob khawatir pemerintah sulit melaksanakan pembangunan di Papua. Peran TNI semestinya melindungi masyarakat bukan justeru menganiaya warga.
Hamluddin
Akses 26/1/11: http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2011/01/26/brk,20110126-309038,id.html
Tags:
Dialog Jakarta Papua
DIALOG KONSTRUKTIF JAKARTA-PAPUA
KEPADA YTH:
KEPADA MAHASISWA/I DAN
MASYARAKAT PAPUA
SE JAWA & BALI.
SEBAGAI UPAYA KITA BERSAMA MENDORONG PENYELESAIAN KONFLIK-KONFLIK PAPUA, YANG TIDAK ADA UJUANG PANGKALNYA.
MEGISTER PERDAMAIAN DAN RESOLUSI KONFLIK UGM AKAN MELAKSANAKAN
SEMINAR NASIONAL TEMA:
DIALOG KONSTRUKTIF JAKARTA-PAPUA
MENGHADIRKAN PEMBICARA YANG KOMPETEN DI BIDANGNYA MASING-MASING DIANTARANYA:
1. DR.MURIDAN SW.
2. LETJEND TNI PURN. BAMBANG DARMONO
3. SAMSU RIZAL PANGGAMBEAN,MS
4. YORIS RAWEYAI
5. PROF.DR.ICHLASUL AMAL,MA
6. MARKUS HALUK
KEGIATAN INI SEDIA-NYA AKAN DILAKSANAKAN PADA:
HARI: KAMIS
TGL: 20 JANUARI 2011
TEMPAT, DLL LIHAT DI PANFLET
SEMINAR NASIONAL
DIALOG KONSTRUKTIF JAKARTA-PAPUA
PARES L.WENDA
KETUA PANITIA
KEPADA MAHASISWA/I DAN
MASYARAKAT PAPUA
SE JAWA & BALI.
SEBAGAI UPAYA KITA BERSAMA MENDORONG PENYELESAIAN KONFLIK-KONFLIK PAPUA, YANG TIDAK ADA UJUANG PANGKALNYA.
MEGISTER PERDAMAIAN DAN RESOLUSI KONFLIK UGM AKAN MELAKSANAKAN
SEMINAR NASIONAL TEMA:
DIALOG KONSTRUKTIF JAKARTA-PAPUA
MENGHADIRKAN PEMBICARA YANG KOMPETEN DI BIDANGNYA MASING-MASING DIANTARANYA:
1. DR.MURIDAN SW.
2. LETJEND TNI PURN. BAMBANG DARMONO
3. SAMSU RIZAL PANGGAMBEAN,MS
4. YORIS RAWEYAI
5. PROF.DR.ICHLASUL AMAL,MA
6. MARKUS HALUK
KEGIATAN INI SEDIA-NYA AKAN DILAKSANAKAN PADA:
HARI: KAMIS
TGL: 20 JANUARI 2011
TEMPAT, DLL LIHAT DI PANFLET
SEMINAR NASIONAL
DIALOG KONSTRUKTIF JAKARTA-PAPUA
PARES L.WENDA
KETUA PANITIA
Tags:
Dialog Jakarta Papua
Dialog Jakarta–Papua, Ditolak SBY
Selasa, 14 September 2010 17:28
Pendapat tentang adanya kesan menolak tentang Dialog Jakarta Papua ini disampaikan Staf Ahli Khusus Presiden Velix Wanggai kepada Bintang Papua Selasa(14/9) sebagaimana pernah diutarakan staf khusus Presiden ini saat bertandang ke Kantor Redaksi Bintang Papua beberapa pekan lalu, kembali ditegaskan lagi.
Kalau selama ini berbagai upaya Positif hingga tahapan pra dialog sudah digagas LIPI dan siap mendapatkan restu Pemerintah Pusat, namun upaya positif dari lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ini tidak mendapat respon Pemerintah SBY bahkan Presiden sendiri menilai kalau dialog Jakarta Papua yang digagas berbau Politik dan membahayakan eksistensi Negara.
Pendapat Presiden tentang “Dialog Jakarta Papua”,akan digantikan dengan membangun “ Komunikasi Konstruktif” dengan Papua tentang Pembangunan di Papua dalam kerangka Otsus Papua, dimana pembangunan yang tengah berlangsung di Papua dan menemui kebuntutan dan tidak membawa kesejahteraan kepada rakyat Papua bisa diperbaiki,” ujar Velix Wanggai.
Dikatakan, kalau sebenarnya upaya dan kerja keras LIPI sebagai lembaga risetnya Indonesia ataupun sebagai lembaga intelektual, kehadirannya tetap dihargai dan gagasannya tentang membangun dialog antara rakyat Papua dengan Pemerintah pusat tetap dihormati. “Apapun format tentang dialog antara Pemerintah Pusat dengan Papua akan tetap dilaksanakan dengan komunikasi konstruktif tadi, yang semuanya masih dalam kerangka pelaksanaan Evaluasi Otsus, hal ini sudah ditegaskan presiden saat menyampaikan pidato kenegaraannya 16 Agustus lalu dan public di Papua harus mengetahui hal ini,”jelasnya. (Ven)
Dialog Jakarta–Papua, Ditolak SBY
JAYAPURA—Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menolak adanya upaya Dialog Jakarta-Papua yang tengah digagas LIPI, Presiden lebih memilih akan membangun komunikasi yang konstruktif dengan Papua sebagai bentuk dialog untuk membangun Papua yang lebih baik dalam rangka mencari penyelesaian masalah Papua terutama yang berkaitan dengan agenda Pembangunan di dua Provinsi Paling timur ini.Pendapat tentang adanya kesan menolak tentang Dialog Jakarta Papua ini disampaikan Staf Ahli Khusus Presiden Velix Wanggai kepada Bintang Papua Selasa(14/9) sebagaimana pernah diutarakan staf khusus Presiden ini saat bertandang ke Kantor Redaksi Bintang Papua beberapa pekan lalu, kembali ditegaskan lagi.
Kalau selama ini berbagai upaya Positif hingga tahapan pra dialog sudah digagas LIPI dan siap mendapatkan restu Pemerintah Pusat, namun upaya positif dari lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ini tidak mendapat respon Pemerintah SBY bahkan Presiden sendiri menilai kalau dialog Jakarta Papua yang digagas berbau Politik dan membahayakan eksistensi Negara.
Pendapat Presiden tentang “Dialog Jakarta Papua”,akan digantikan dengan membangun “ Komunikasi Konstruktif” dengan Papua tentang Pembangunan di Papua dalam kerangka Otsus Papua, dimana pembangunan yang tengah berlangsung di Papua dan menemui kebuntutan dan tidak membawa kesejahteraan kepada rakyat Papua bisa diperbaiki,” ujar Velix Wanggai.
Dikatakan, kalau sebenarnya upaya dan kerja keras LIPI sebagai lembaga risetnya Indonesia ataupun sebagai lembaga intelektual, kehadirannya tetap dihargai dan gagasannya tentang membangun dialog antara rakyat Papua dengan Pemerintah pusat tetap dihormati. “Apapun format tentang dialog antara Pemerintah Pusat dengan Papua akan tetap dilaksanakan dengan komunikasi konstruktif tadi, yang semuanya masih dalam kerangka pelaksanaan Evaluasi Otsus, hal ini sudah ditegaskan presiden saat menyampaikan pidato kenegaraannya 16 Agustus lalu dan public di Papua harus mengetahui hal ini,”jelasnya. (Ven)
Tags:
Dialog Jakarta Papua

